Pelatihan Penggunaan Instrumen, Pengolahan, dan Interpretasi Geolistrik ABEM Terrameter LS 2 Resistivity dan Imaging IP untuk Area Rawan Tanah Longsor oleh PT. Exact Global Teknologi

Bandung, September 2023 – Di tengah meningkatnya kebutuhan untuk melindungi daerah rawan tanah longsor dari bencana geologi, PT Exact Global Teknologi menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Instrument, Pengolahan, dan Interpretasi metode geofisika yakni Geolistrik ABEM Terrameter LS 2 di ruang meeting Mason Pine Hotel, Bandung. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan meningkatkan keamanan kondisi di sekitar area rawan tanah longsor. Sebagai perusahaan resmi (sole agent) dalam penyediaan instrumen-instrumen geofisika yang ditunjuk langsung oleh tiga manufaktur dunia yaitu Guideline Geo (ABEM-MALA), GEOBit, dan Radiodetection bertanggung jawab dalam mengedukasi dan menyediakan peralatan yang dapat mendukung visi tersebut. Geolistrik adalah metode geofisika, teknik non-invasif yang digunakan untuk memahami karakteristik lapisan bawah permukaan tanah atau bantuan. Hasil dari  metode ini juga kemudian digunakan untuk memetakan perubahan dalam konduktivitas listrik yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi potensi risiko tanah longsor di daerah rawan. Metode ini juga telah terbukti sebagai metode yang sangat berguna didalam berbagai bidang, tidak hanya dibidang eksplorasi pertambangan saja tetapi bisa digunakan dibidang yang lainnya seperti mitigasi bencana geologi. Artikel ini akan menjelaskan tujuan dari geolistrik, apa yang diukur dalam metode ini, prinsip kerjanya, dan bagaimana metode geolistrik ini bermanfaat bagi individu yang bekerja di bidang mitigasi bencana geologi. Tujuan Geolistrik Tujuan utama dari penggunaan geolistrik dalam mitigasi bencana geologi adalah untuk mengidentifikasi dan memahami potensi risiko, terutama di daerah rawan tanah longsor. Geolistrik memungkinkan kita untuk memetakan struktur bawah permukaan tanah dan batuan yang dapat berkontribusi pada terjadinya tanah longsor. Tindakan ini merupakan pencegahan dan mitigasi yang tepat dan juga lebih efektif untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Objek yang diukur dalam metode geolistrik Dalam pelatihan penggunaan Geolistrik ABEM Terrameter LS 2 ini, trainer juga menjelaskan tentang objek apa yang diukur dengan menggunakan metode geolistrik. Objek yang diukur adalah konduktivitas listrik dalam tanah atau batuan dengan mengirimkan arus listrik ke tanah melalui elektroda. Metode ini mengukur perbedaan potensial listrik antar elektroda ke elektroda lainnya. Variasi dalam konduktivitas listrik juga diketahui dapat memberikan petunjuk mengenai perubahan komposisi geologi dan kelembaban tanah, yang dapat dideteksi untuk memahami potensi tanah longsor. Materi Program Pelatihan Penggunaan ABEM Terrameter LS 2 Program Pelatihan Penggunaan instrumen,  pengolahan, dan interpretasi Geolistrik ABEM Terrameter LS 2 ini berfokus pada penguasaan keterampilan praktis dalam mengoperasikan instrumen geofisika dan analisis data secara praktis. Hal yang didapatkan peserta pelatihan adalah sebagai berikut: Prinsip dasar kerja geolistrik ABEM Terrameter LS 2 berdasarkan kaidah geofisika dan mengedepankan teori praktis dan pemahaman yang singkat dan efisien. Praktik teknis dalam pemetaan dan analisis data Geolistrik ABEM Terrameter LS 2 yang dilakukan dalam sisi akusisi, pengolahan, dan interpretasi data geolistrik. Penerapan geofisika dalam mitigasi bencana maupun dalam analisis lainnya sesuai dengan permintaan peserta program pelatihan. Apa kelebihan Geolistrik ABEM Terrameter LS 2 yang PT Exact Global Teknologi gunakan? Terrameter LS 2 merupakan salah satu tipe unggulan geolistrik dari manufaktur ABEM. Dalam hal ini, kami menggunakan ABEM Terrameter LS 2 untuk melakukan analisis pemetaaan struktur bawah permukaan tanah dan batuan yang dapat berkontribusi pada terjadinya tanah longsor. Kelebihan fitur-ftur yang ada pada geolistrik ABEM Terrameter LS 2 adalah sebagai berikut: Mode baru IP measure untuk kecepatan data collection dan data quality yang lebih baik Tampilan layar sentuh yang intuitif 3G dan Wi-Fi 16 GB removeable dan data storage dapat di-updgrade Built-in charger untuk baterai internal Bisa capai 12 channel pengukuran IP measurement dengan 100% duty cycle Klasifikasi IEC IP 66, dan Software licensing system Dapat disimpulkan, jika geolistrik adalah alat yang sangat berguna dalam mitigasi bencana geologi di daerah rawan tanah longsor. Dengan memahami tujuan, pengukuran, prinsip kerja, dan metode geolistrik, para ahli geofisika dibidang mitigasi bencana dan sejenisnya dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi dan mengurangi potensi resiko bencana serta menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Untuk informasi lebih lanjut tentang pelatihan penggunaan instrumen Geolistrik ABEM Terrameter LS 2  dan produk ABEM yang lain, maupun produk instrumen-instrumen alat Geofisika lainnya, silahkan hubungi kami, PT Exact Global Teknologi melalui situs resmi localhost/exactglobal.co.id/ ataupun hubungi kami memalui email info@exactglobal.co.id.

Pelatihan Utilizing GPR MALA GroundExplorer 80MHz for Disaster-Prone Landslide Area oleh PT. Exact Global Teknologi

  Bandung, Juli 2023 – PT Exact Global Teknologi menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Alat Instrument Geofisika GPR/Ground Penetrating Radar MALA GroundExplorer 80 MHz untuk Disaster-prone landslide/slope collapse area di ruang meeting Mason Pine Hotel, Bandung. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan awarness dalam menghadapi tantangan mitigasi bencana. Sebagai perusahaan resmi (sole agent) dalam penyediaan instrument-instrument geofisika yang ditunjuk langsung oleh tiga manufaktur yaitu Guideline Geo (ABEM-MALA), GEOBit, dan Radiodetection bertanggung jawab dalam mengedukasi dan menyediakan peralatan yang dapat mendukung visi tersebut. Mengapa GPR Penting dalam Proses Mitigasi Bencana Geologi? Ground Penetrating Radar(GPR) merupakan instrument yang cukup penting dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana geologi pada daerah-daerah yang rawan akan bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, dll. Alasan mengapa GPR menjadi pilihan utama dalam upaya mitigasi bencana adalah sebagai berikut: Deteksi Dini dan Analisis Akurat: GPR merupakan metode yang cukup sederhana dan mudah untuk dianalisis, baik untuk ahli geofisika maupun ahli geologi dalam mendeteksi dan memetakan potensi bahaya bencana seperti tanah longsor, retakan tanah, likuifaksi, maupun gambaran struktur bawah permukaan tanah. Dengan memahami parameter fisis yang didapatkan dari GPR itu sendiri, maka kita dapat menentukan area-area yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Non Intrusif dan Non-Destruktif : GPR merupakan salah satu metode geofisika yang memiliki keunggulan berupa metode non-intrusif dan non-destruktif karena tidak berbahaya dan tidak merusak sehiingga tidak mengubah permukaan tanah saat melakukan akuisisi data. Hal ini sangat penting dalam menjaga keadaan lingkungan sekitar tetap aman dan terjaga. Pemantauan dan Analisis Berkelanjutan: Metode GPR memungkinkan pemantauan berkelanjutan dari waktu-ke waktu, sehingga perubahan di dalam tanah dapat dipantau secara efisien dan potensi bahaya dapat diantisipasi. Dalam upaya mejaga keselamatan masyarakat dan lingkngan, mitigasi bencana geologi menjadi sangat penting dilaksanakan dengan efisien. Oleh karena itu, metode Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan metode paling efektif dan tepat dalam mitigasi bencana geologi. Program Pelatihan Penggunaan Instrument, Pengolahan, dan Interpretasi GPR MALA GX 80 MHz berfokus pada penguasaan keterampilan praktis dalam mengoperasikan instrument geofisika dan analisis data secara praktis. Hal penting yang didapatkan dalam program pelatihan ini adalah sebagai berikut. Prinsip dasar Ground Penetrating Radar berdasarkan kaidah geofisika dengan mengedepankan teori praktis dan pemahaman yang menyeluruh secara efisien. Praktik teknis dalam pemetaan dan analisis data Ground Penetrating Radar baik dalam sisi akuisisi, pengolahan, dan interpretasi data Ground Penetrating Radar. Penerapan geofisika dalam mitigasi bencana maupun dalam analisis lainnya sesuai dengan permintaan peserta program pelatihan.   Apa keunggulan Ground Penetrating Radar yang PT Exact Global Teknologi gunakan? GroundExplorer merupakan salah satu tipe unggulan GPR dari manufaktur MALA. Ground Penetrating Radar tipe ini memiliki fleksibilitas yang tinggi tergantung pada kebutuhan penggunanya. Dalam hal ini, kami menggunakan MALA GroundExplorer 80 MHz dalam melakukan analisis batuan dasar di area yang rawan bencana. Fitur dan keunggulan dari MALA Ground Explorer 80 MHz ini adalah sebagai berikut. Depth Penetration MALA GX 80 ini mampu menembus kedalaman hingga 30meter ke dalam tanah, sehingga batuan dasar dan bidang gelincir dapat dianalisis dalam upaya pencegahan bahaya bencana geologi. High Dynamic Range (HDR) Technology yang diusung oleh MALA GPR memungkinkan data GPR didapatkan dari sampling rate yang lebih tinggi sehingga resolusi dan bandwith data akan lebih baik dengan tingkat noise yang lebih rendah. Hal ini sangat berkaitan langsung dengan proses pengolahan dan interpretasi data GPR. Portabilitas, design yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, MALA GPR dirancang agar memudahkan pengguna dalam mobilisasi dan penggunaan instrument di berbagai lokasi pengukuran. Dengan pelatihan ini, kami berharap para ahli geofisika dapat mengasah dan meningkatkan keahliannya serta wawasannya lebih baik lagi dalam analisis masalah-masalah yang dihadapi di bidang mitigasi bencana geologi. Untuk informasi lebih lanjut tentang pelatihan penggunaan instrument GPR MALA GroundExplorer 80MHz dan produk MALA yang lain, maupun produk instrumen-instrumen alat Geofisika lainnya, silahkan hubungi kami, PT Exact Global Teknologi melalui situs resmi localhost/exactglobal.co.id/ ataupun hubungi kami memalui email info@exactglobal.co.id

Force Balance Accelerograph baru untuk memonitor gempa bumi dan structural berdasarkan geometry accelerometer linear

  Diterjemahkan dari artikel GEObit Journal December 03, 2022 N.Germenis1,2,4, G. Dimitrakakis1, E. Sokos2, dan P. Nikolakopoulos3 (1) GEObit-Instruments, Patra – Yunani, ngermenis@geobit-instruments.com (2) Laboratorium Seismologi, Departemen Geologi, Universitas Patras, Rio – Yunani, esokos@upatras.gr (3) Laboratorium Desain Mesin, Departemen Teknik Mesin & Aeronautika, Universitas Patras, Rio – Yunani, pnikolak@mech.upatras.gr Pendahuluan Seismic accelerometer diklasifikasikan menurut teknik konstruksinya dan teknologi yang di digabungkan atau prinsip operasi. Beberapa contohnya yang paling sering di jumpai ialah piezo-listrik, micro-electromechanical (MEM), dan Force Balance Accelerometers (FBA) (Piersal dan Paez, 2010; Santos et al, 2019; Ringler, 2015 & 2020). Beberapa jenis Accelerometers telah ditampilkan berdasarkan gabungan teknologi, ukuran, konsumsi daya, dan biaya. Self-noise dari sebuah Accelerometer adalah parameter kunci dalam memantau gempa bumi dan struktur bangunan yang memerlukan pengukuran noise disekitarnya. Jangkauan dinamis tertinggi yang disediakan oleh Accelerometers FBA melebihi 150dB, oleh karena itu sensor ini ideal untuk pengukuran seismic atau noise sekitar. Sebagai contoh, sebagian besar sensor yang digunakan dalam memantau jaringan struktur jembatan adalah FBA. Dalam aplikasi ini, analisis modal jembatan dilakukan (TALHA et al., 2003). Beberapa FBA mekanisme massa pegas pendulum telah dijelaskan di masa lalu, misalnya Hitachi Ltd. (1985) dan Kinemetrics Inc (1997 & 2005). Dalam penelitian ini kami menggambarkan sistem linear motion mechanical, menempel dengan two leaf springs dan dibentuk dengan hati-hati untuk meminimalkan gerakan torsional yang tidak diinginkan. Dengan penggunaan elektronik yang dipilih dengan komponen yang pilihan, seperti amplifier operasional dengan ultra-low noise dan dengan desain loop umpan balik yang tepat, kinerja FBA yang tinggi dengan luas bandwidth dari DC hingga 200Hz dan rentang dinamis yang dibangun lebih dari 150dB. Digitizer accelograph diimplementasikan pada satu papan PCB multilayer dengan kepadatan yang tinggi. Hal ini paling utama dirancang sesuai dengan arsitektur dua prosesor yang menyalurkan pengambilan sampel dan penandaan waktu data yang terletak di bagian papan CPU real-time khusus. Pengkodean, streaming, dan penyimpanan lokal Seedlink melalui komponen sumber terbuka yang berjalan secara lokal yang di-porting pada bagian papan ARM Linux. Streaming sesuai permintaan berdasarkan rantai server Seedlink lokal, pemrosesan sinyal lokal, dan deteksi pemicu berdasarkan berbagai skema (amplitudo, STA/LTA, dll.) Melalui komponen sumber terbuka yang di-porting dari toolchain Earthworm. Signalling berbasis MQTT untuk distribusi peristiwa pemicu yang mendukung beberapa skema terpusat atau terdistribusi. Performa keseluruhan instrumen dijelaskan dalam hal fungsi transfer dan perilaku noise yang sangat baik diilustrasikan secara komprehensif dengan plot noise kerapatan spektral. Terakhir, plot kerapatan spektral daya dari beberapa rekaman gempa bumi yang umum dari FBA yang disajikan dan instrumen referensi disajikan. (Gbr. 4) Hasilnya menunjukkan bahwa desain FBA yang diusulkan memiliki kinerja seperti sensor gerakan kuat lainnya yang sudah mapan, sekaligus lebih kuat dan hemat biaya. Desain sensor – Deskripsi umum Desain sensor accelerometer didasarkan pada dua bagian utama: a) sistem mekanis spring-mass accelerometer, bersama dengan actuator gaya elektromagnetik ganda dan b) papan elektronik. Sistem mekanis telah disimulasikan secara ekstensif untuk menghitung bentuk dan material pegas. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pegas berbentuk ellipsoid harus digunakan. Mode osilasi bebas utama ditemukan sebesar 58,16Hz (Gbr. 2) dan semua mode osilasi lainnya memiliki frekuensi yang jauh di luar pita perekaman (DC-200Hz) Diagram blok komponen FBA horizontal disajikan pada Gbr. 1. Desain yang sama dapat digunakan sebagai komponen vertikal jika diputar sebesar 90o , setelah penyesuaian secara mekanis dengan tepat untuk posisi massa seismik. Sistem mekanis diposisikan dengan kuat dalam bingkai aluminium berongga, yang kemudian diikat dengan sekrup pada dasar baja. Akselerasi diterapkan pada rangka di sepanjang arah axial elemen penginderaan dan menyebabkan perpindahan massa relatif terhadap suatu rangka. Gbr. 1,2 – Simplified block diagram of the FBA accelerometer and 3D view of the spring-mass system at the first normal oscillation mode. Perpindahan massa dirasakan oleh transduser kapasitansi dengan sensitivitas pada [V/m]. Tegangan output transduser diumpankan ke preamplifier low-noise dengan penguatan A1. Pada langkah berikutnya, sinyal diumpankan ke demodulator yang memperoleh sinyal seismik dari sinyal pembawa yang dimodulasi amplitudo. Sinyal pembawa dihasilkan oleh generator sinyal “~” (Gbr.1), yang merupakan sinyal sinusoidal, dengan amplitudo 15Vpp, frekuensi 30kHz, dan perbedaan fase 180o antara dua pelat kapasitor. Keluarannya masuk ke amplifier A2 pada jalur loop terbuka. Keluarannya diubah menjadi sinyal arus oleh jaringan R-C, dan melalui amplifier arus dua tahap menuju ke transducer gaya koil ganda (forcer). Forcer menerapkan gaya pemulih pada massa seismik, dengan konstanta proporsionalitas Gc [N/A]. Istilah “ganda” menunjukkan bahwa ada dua koil pada massa seismik, yang terhubung secara elektrik dalam seri ini, berinteraksi dengan dua magnet permanen yang ditempatkan di kedua sisi dalam rangka logam, seperti diilustrasikan pada Gbr.1. Output dari amplifier A0 mewakili sinyal akselerasi dan digerakkan ke digitizer yang terhubung ke output dari setiap sensor akselerasi (tiga saluran digitizer). Sensor noise – Evaluasi kerapatan spektral daya noise Prototipe accelerograph diuji di sebuah kubah seismik Laboratorium Seismologi Universitas Patras, untuk mengetahui kemampuannya dalam menyelesaikan sinyal seismik dengan sesuai. Untuk perhitungan noise sensor sendiri, satu sensor Guralp 5T yang terhubung ke digitizer GEObit digunakan sebagai instrumen referensi. Kedua sistem perekaman dibiarkan merekam selama beberapa hari dengan kecepatan 100sps. Pengaturan filter digitizer juga sama untuk semua saluran. Total dari Power Spectral Density (PSD) dari setiap sensor, yang merupakan jumlah dari noise instrumen ditambah noise tanah di lokasi, telah diperoleh dengan menggunakan bagian sinyal yang tenang, yang diambil dari rekaman jangka panjang. Metode rata-rata Welch (Welch, 1967) digunakan untuk  perhitungan Power Spectral Density  (PSD) untuk kedua sistem perekaman. Hasilnya disajikan dalam Gbr.3, di mana grafik merah mewakili noise PSD dari accelerograph yang diusulkan, dan garis biru mewakili noise PDS dari sensor referensi. Hal ini menjelaskan bahwa kedua sistem perekaman menggambarkan perilaku yang persis sama di semua  pita rekaman. Ini adalah bukti langsung dari kemampuan prototipe untuk merekam gerakan tanah secara akurat dalam rentang pita yang luas. Gbr. 3,4 – Total noise PSD diagrams for the proposed accelerometer (GBT) and the reference instrument (5T) and power spectral density plots for the reference instrument (left) and the prototype (right).   Kesimpulan Kami menghadirkan force-balance seismometer dengan desain yang baru. Intinya adalah mekanisme spring-mass dengan two leaf springs dan double coil forcer, yang dipasang pada pelat konduktif yang dapat digerakkan di antara dua pelat stasioner, yang membentuk transduser perpindahan kapasitif. Double-spring dan double-coil memastikan gerakan linier

Bisakah GPR digunakan untuk menginvestigasi road layers?

Diterjemahkan dari artikel Guideline Geo November 25, 2022 Ya, GPR bisa digunakan untuk menginvestigasi road layers/ lapisan jalan. Biasanya, kamu akan menggunakan beberapa kombinasi frekuensi antenna yang berbeda untuk membedakan beberapa bagian dari roadbed. Umumnya penerapannya sudah termasuk pemetaan dari asphalt layer thickness, mendukung investigasi lapisan bahkan melakukan survei untuk membedakan perbedaan lapisan bawah roadbed. Investigasi jalan dilakukan dengan beberapa alasan berbeda. Aplikasi yang paling digunakan adalah untuk: Memetakan ketebalan asphalt (surface course) Merekam kondisi lapisan internal jalan Memetakan bawah permukaan tanah pada bidang geologi (seperti bedrock, peat, dan lapisan soil) Menemukan lokasi utilitas dengan jalanan/ atau tanggul Memetakan pile decks dibawah tanah pada area tanggul Mendeteksi void/lubang yang terdapat pada struktur jalan Memetakan boulders/stones pada area pinggir jalan. Memetakan kebekuan lapisan bawah tanah dan kelembapannya. Survei investigasi jalan biasanya memanfaatkan 1 hingga 3 antenna/frekuensi yang berbeda untuk mengumpulkan data pada satu waktu yang bersamaan. Untuk pengguna yang menggunakan MALA ProEx sistem sangat memungkinkan untuk mengumpulkan data hingga 8 antenna secara bersamaan. Antena-antena ini juga tidak jarang dipasang pada MALA Road Cart (lihat gambar dibawah) dan ditarik dengan mobil atau dipasangkan langsung pada vehicle yang dibuat khusus. Untuk area yang lebih kecil, hal ini memungkinkan untuk meletakkan antenna GPR anda di RTC Cart. Untuk pemetaan area pinggir jalan (investigasi ketebalan dan pemetaan internal layers secara keseluruhan), frekuensi 450MHz hingga 2,3GHz yang biasanya kami rekomendasikan. Namun, jika ada kebutuhan untuk pemetaan geologi bawah permukaan lebih baik menggunakan range frekuensi dari 100 hingga 250MHz yang bisa juga untuk deployed. Investigasi jalan sering dilakukan dengan cara menarik antenna GPR pada parallel profil di atas jalan. Tujuannya biasanya untuk menutupi seluruh jalur dan seluruh lebar permukaan jalan (transect spacing yang tepat pada setiap masalah tergantung tujuan survei). Untuk keakuratan posisi, GNSS dapat dihubungkan dengan sistem GPR. Harap dicatat jika pada iklim yang lebih dingin, seperti jalanan bersalju yang ditaburi oleh garam/ disemprot oleh garam. Penggunaan garam dapat menyebabkan peningkatan kondutivitas listrik jalan yang berakibat pada pelemahan kekuatan gelombang radar. Hal ini akan menjadi efek negative yang cukup kuat pada setiap pengukuran GPR dan penetrasi kedalaman pada sebuah survei. Beberapa fitur bisa anda identifikasi pada jalanan yang ditunjukkan pada gambar dibawah (kedua sample data GPR dan sebuah interpretasi yang sudah disesuaikan sebagai referensi). Baca lebih banyak … Application Areas Methods Case Stories Products  

Sharing Session Exact Global Teknologi Bandung – 2022

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text] Peranan Keilmuan Geofisika di Masa Depan Terhadap Keberlangsungan Energi Terbarukan dan Pengembangan Infrastruktur di Indonesia Bandung, 3 Agustus 2022 – Dewasa ini, Indonesia sangat giat dan aktif dalam pembangunan berbagai sektor. Salah satunya sektor energi terbarukan, seperti matahari, air dan panas bumi. Di sinilah peran geofisika hadir untuk mempermudah rencana pembangunan sektor energi dan infrastruktur. Peran geofisika meliputi eksplorasi bahan baku, seperti nikel yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan penyimpanan daya pada energi yang terbarukan. Dalam sektor infrastruktur, geofisika berperan menganalisis sektor bangunan dengan berbagai metode. Dalam hal ini, geofisika juga diperlukan dalam menganalisis laporan batuan keras di bawah permukaan dan utilitas tertanam agar progres konstruksi dapat berjalan lancar dan aman. Menurut Direktur Utama PT. Exact Global Teknologi, Indra Irawan, saat ini kebutuhan instrumen geofisika penting dimiliki oleh kalangan pengusaha yang bergerak di industri energi dan infrastruktur. Dengan melakukan scanning terlebih dahulu terhadap wilayah pengerjaan aktivitas pertambangan dan infrastruktur, penggunaan instrumen geofisika berpotensi menghadirkan efisiensi cost yang signifikan bagi perusahaan.  “Dalam pembangunan infrastruktur, potensi efisiensi untuk mengurangi kecelakaan kerja dalam inspeksi utilitas dapat mencapai kurang lebih 70% – 80%. Sedangkan untuk sektor tambang, metode geofisika memang tidak dapat berdiri sendiri. Namun, dapat berperan sebagai pelengkap sehingga dapat meningkatkan tingkat kepastian hasil akhir dalam usaha eksplorasi mineral,” tutur Indra. Beberapa praktisi turut berbagi pandangan mengenai isu tersebut. Pertama, expert dari PT. Capella Global Inovasi yang akan menjabarkan pentingnya penggunaan metode PCM dan ACVG dengan instrumen Radiodetection yang bisa menemukan indikasi adanya pipa kontak penyebab korosi. Metode ini disarankan oleh standar NACE SP052. Berikutnya, expert dari PT. Recsalog Geoprima yang akan berbagi tentang penggunaan metoda GPR (Ground Penetrating Radar) dengan frekuensi 25 Mhz dengan tipe RTA (Rough Terrain Antenna) yang diproduksi oleh Guideline Geo MALA. Dengan metode ini, beberapa percobaan menghasilkan kesimpulan bahwa GPR dapat memberikan informasi mengenai kedalaman, kemenerusan dan ketebalan dari sumber daya batubara dan nikel dengan akurat. Selain itu, kelebihan GPR adalah dapat memberikan informasi sumber daya relatif cepat dengan biaya terjangkau.  Sedangkan dari sektor infrastruktur, PT. Reasuransi Maipark Indonesia telah melakukan percobaan seismik lubang bor dengan karakteristik kebisingan rendah dikerahkan untuk merekam aktivitas seismik pada ~ Sesar Baribis berorientasi E-W, yang panjangnya ~ 130 km, melewati selatan Jakarta, dan hanya ~ 20 km jauhnya di titik terdekatnya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah sesar ini aktif secara seismik dan potensi timbulnya ancaman bagi pusat-pusat populasi terdekat, khususnya Kota Jakarta. Pada percobaan tersebut, tim ahli perusahaan tersebut berhasil mendeteksi 91 gempa bumi. Dua diantaranya terletak dekat dengan garis Sesar Baribis. Salah satunya dirasakan di Bekasi (tenggara Jakarta). Mengingat pentingnya isu ini, PT. Exact Global Teknologi menginisiasi kegiatan sharing session “The Role of Geophysics in the Future of Energy and Sustainable Infrastructure Development in Indonesia” bersama berbagai narasumber praktisi di bidang energi dan infrastruktur, yang telah berlangsung selama 2 hari yakni pada 3 – 4 Agustus 2022 di Hotel Courtyard Bandung.  Kegiatan sharing session ini dilakukan dalam rangka mendukung rencana pemerintah sebagaimana diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia tentang penerapan teknologi hemat energi, seperti kendaraan listrik, kompor induksi, dan sebagainya.   Sebagai perusahaan distributor yang resmi ditunjuk oleh 2 manufaktur (Guideline Geo dan GEObit) instrumen alat geofisika global, kami berharap Exact Global Teknologi dapat memfasilitasi kebutuhan instrumen geofisika bagi perusahaan-perusahaan energi, mineral dan infrastruktur dengan instrumen berkualitas, namun dengan waktu tunggu yang relatif lebih cepat dan mudah sampai ke tangan customer. Kehadiran Exact akan memperkuat layanan after-sales service di Indonesia untuk kedua manufaktur tersebut.  Untuk instrumen yang berfokus pada kebutuhan georadar dan geolistrik, authorization letter sebagai satu-satunya distributor Indonesia diberikan oleh Guideline Geo MALA dan ABEM (Swedia). Sedangkan untuk instrumen yang berfokus pada monitoring pergerakan dan getaran di bawah bumi, izin distributor diberikan oleh GEObit (perusahaan manufaktur asal Yunani). Terakhir, kapasitas sebagai sales representative dari instrumen yang berfokus mendeteksi kondisi pipa-pipa di bawah permukaan tanah, diberikan oleh Radiodetection (perusahaan manufaktur asal Inggris).   [/vc_column_text][vc_row_inner columns_gap=”0.5rem”][vc_column_inner width=”1/6″][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”2/3″][us_image_slider ids=”9224,9223,9221″][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/6″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]

Seismik Sensor untuk Eksplorasi & Monitoring

  Metode seismik merupakan metode geofisika yang sangat populer dalam eksplorasi hidrokarbon. Ketepatan dan resolusi tinggi dalam memodelkan struktur litologi bawah permukaan menjadikan metode ini unggul dibandingkan dengan metode lainnya. Metode Seismik merupakan salah satu metode yang paling dikenal di bidang eksplorasi geofisika. Pasalnya, metode ini banyak digunakan dalam eksplorasi Minyak dan Gas bumi. Berdasarkan Namanya, Metode ini didasarkan pada pengukuran respon gelombang seismic yang menjalar di bawah permukaan dan direkam pada permukaan tanah. Gelombang terekam yang mencapai permukaan ini nantinya akan berkaitan erat dengan refleksi dan refraksi gelombang pada sepanjang perbedaan lapisan/kontras batas litologi di bawah permukaan. Berdasarkan sumber gelombangnya, metode seismic terbagi menjadi 2 jenis yaitu metode seismic aktif dan pasif. Sumber dari seimik aktif dapat berupa plat hammer untuk kedalaman yang cukup dangkal atau menggunakan bahan peledak dan vibroseis untuk kedalaman yang sangat dalam sehingga event yang terekam menjadi data yang sangat penting untuk membedah apa yang ada di bawah permukaan. Berbanding terbalik dengan seismic aktif, seismic pasif memanfaatkan gelombang natural dan menganggap event besar (misal: hentakan, ledakan) sebagai noise yang perlu dihilangkan ketika pengolahan. Selain digunakan dalam eksplorasi bawah permukaan, metode seismic pasif juga sering digunakan dalam monitoring Kesehatan bangunan, jembatan, bendungan, serta monitoring gempa bumi. PT Exact provide 1. Metode Seismik aktif untuk kedalaman dangkal: ABEM Terraloc Pro. 2. Metode Seismik aktif untuk kedalaman sangat dalam: – 3. Metode Seismik pasif: GEObit (All Products)

PT Exact held training for Microseismic monitoring at Pertamina University (UP)

[vc_row][vc_column][vc_column_text] On Thursday, February 27, PT Exact held training for Microseismic monitoring at Pertamina University (UP). To become a world-class university, UP equipped its Geophysical Laboratorium with a microseismic sensor from Geobit. Mr. Arry M Manaf from PT Exact as an authorized distributor for Geobit in Indonesia conducted hardware and software training. Collaborating with UP, PT. Exact hosted training for students, laboratory assistants, and lecturers. [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][us_carousel post_type=”attachment” images=”7918,7917,7916,7915″ items_layout=”gallery_default” carousel_arrows=”1″ buying hgh online carousel_arrows_style=”block” carousel_arrows_pos=”inside”][/vc_column][/vc_row]

PT. Exact conducted resistivity meter training for BPPT (Agency for the Assessment and Application of Technology)

[vc_row][vc_column][vc_column_text] On 15th January, PT. Exact as an authorized distributor for MALA and ABEM products in Indonesia conducted resistivity meter training for BPPT (Agency for the Assessment and Application of Technology) in Serpong. BPPT equipped their instruments with the brand new Terrameter LS 2. Mr. Muhammad Mustaqim Mohd Rosli, Application Engineer from GuidelineGeo, visited Jakarta to train how to operate resistivity meter ABEM TERRAMETER LS 2. [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][us_carousel post_type=”attachment” images=”7907,7908,7909,7910,7911″ items_layout=”gallery_default” carousel_arrows=”1″ carousel_arrows_style=”block” carousel_arrows_pos=”inside”][/vc_column][/vc_row]

PT Exact joined and opening the booth at Joint Convention HAGI-IAGI-IATMI-IAFMI Yogyakarta (26 – 28 Nov 2019)

[vc_row][vc_column][vc_column_text] We thank you for your enthusiasm and your visit to our booth during Joint Convention Yogyakarta, held last week (26 – 28 Nov 2019). We had a chance to show our latest technology in geophysical instruments with students, professionals, geologists, geophysicists, engineers and academic communities. Our principal from Geobit and Guideline Geo AB directly came to give the presentation. Nikos Germenis gave a presentation about Geobit products during the first presentation session. While in the second session, Muhammad Afiq Saharuddin explained Guideline Geo GPR product including the latest technology MALA Artificial Intelligence. In this event, we won the best content booth for the A-class booth. We would like to thank all of our attendees, visitors and our principal (Geobit and Guideline Geo AB). See you at the next event. [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][us_carousel post_type=”attachment” images=”7898,7899,7900,7901,7902,7903″ items_layout=”gallery_default” carousel_arrows=”1″ carousel_arrows_style=”block” carousel_arrows_pos=”inside”][/vc_column][/vc_row]

PT Exact joined the Business & Community Resilience High-Level Conference and Co-Creation for Disaster Risk Reduction and Risk Management Solutions at Mandarin Oriental Hotel Jakarta

[vc_row][vc_column][vc_column_text] PT Exact Global Teknologi as a representative Guideline GEO AB Sweden in Indonesia, joined the Business & Community Resilience High-Level Conference and Co-Creation for Disaster Risk Reduction and Risk Management Solutions at Mandarin Oriental Hotel Jakarta (https://lnkd.in/fRZVDqm). Many stakeholders from private sectors, government, NGOs took place in this event. We joined the event in collaboration with Business Sweden Embassy of Sweden in Indonesia. With our geophysical technology (GPR, resistivity, electromagnetic and seismic), we can identify the buried objects, finding groundwater, avoiding sinkhole or identify weathering zone to avoid liquefaction or landslide. We believe MALA and ABEM technology can support the resilience of communities in disaster-prone areas. [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][us_carousel post_type=”attachment” images=”7891,7892,7893,7894″ items_layout=”gallery_default” carousel_arrows=”1″ carousel_arrows_style=”block” carousel_arrows_pos=”inside”][/vc_column][/vc_row]

Translate »