Bisakah GPR digunakan untuk menginvestigasi road layers?

Diterjemahkan dari artikel Guideline Geo November 25, 2022

Ya, GPR bisa digunakan untuk menginvestigasi road layers/ lapisan jalan. Biasanya, kamu akan menggunakan beberapa kombinasi frekuensi antenna yang berbeda untuk membedakan beberapa bagian dari roadbed. Umumnya penerapannya sudah termasuk pemetaan dari asphalt layer thickness, mendukung investigasi lapisan bahkan melakukan survei untuk membedakan perbedaan lapisan bawah roadbed.

Investigasi jalan dilakukan dengan beberapa alasan berbeda. Aplikasi yang paling digunakan adalah untuk:

  • Memetakan ketebalan asphalt (surface course)
  • Merekam kondisi lapisan internal jalan
  • Memetakan bawah permukaan tanah pada bidang geologi (seperti bedrock, peat, dan lapisan soil)
  • Menemukan lokasi utilitas dengan jalanan/ atau tanggul
  • Memetakan pile decks dibawah tanah pada area tanggul
  • Mendeteksi void/lubang yang terdapat pada struktur jalan
  • Memetakan boulders/stones pada area pinggir jalan.
  • Memetakan kebekuan lapisan bawah tanah dan kelembapannya.

Survei investigasi jalan biasanya memanfaatkan 1 hingga 3 antenna/frekuensi yang berbeda untuk mengumpulkan data pada satu waktu yang bersamaan. Untuk pengguna yang menggunakan MALA ProEx sistem sangat memungkinkan untuk mengumpulkan data hingga 8 antenna secara bersamaan. Antena-antena ini juga tidak jarang dipasang pada MALA Road Cart (lihat gambar dibawah) dan ditarik dengan mobil atau dipasangkan langsung pada vehicle yang dibuat khusus. Untuk area yang lebih kecil, hal ini memungkinkan untuk meletakkan antenna GPR anda di RTC Cart.

Untuk pemetaan area pinggir jalan (investigasi ketebalan dan pemetaan internal layers secara keseluruhan), frekuensi 450MHz hingga 2,3GHz yang biasanya kami rekomendasikan. Namun, jika ada kebutuhan untuk pemetaan geologi bawah permukaan lebih baik menggunakan range frekuensi dari 100 hingga 250MHz yang bisa juga untuk deployed.

MALA Road Cart ditarik dengan mobil.

Investigasi jalan sering dilakukan dengan cara menarik antenna GPR pada parallel profil di atas jalan. Tujuannya biasanya untuk menutupi seluruh jalur dan seluruh lebar permukaan jalan (transect spacing yang tepat pada setiap masalah tergantung tujuan survei). Untuk keakuratan posisi, GNSS dapat dihubungkan dengan sistem GPR.

Harap dicatat jika pada iklim yang lebih dingin, seperti jalanan bersalju yang ditaburi oleh garam/ disemprot oleh garam. Penggunaan garam dapat menyebabkan peningkatan kondutivitas listrik jalan yang berakibat pada pelemahan kekuatan gelombang radar. Hal ini akan menjadi efek negative yang cukup kuat pada setiap pengukuran GPR dan penetrasi kedalaman pada sebuah survei. Beberapa fitur bisa anda identifikasi pada jalanan yang ditunjukkan pada gambar dibawah (kedua sample data GPR dan sebuah interpretasi yang sudah disesuaikan sebagai referensi).

sample data GPR/Georadar

Sample data GPR

Baca lebih banyak …

Application Areas

Methods

Case Stories

Products

 

Share this post:

Did You Know? An Underground Utility Line is Struck Every Few Minutes Worldwide

Did You Know? An Underground Utility Line is Struck Every Few Minutes Worldwide

Every year, millions of dollars in damages and project delays occur due to undetected underground utilities, as traditional locators often miss non-conductive assets. To solve this critical challenge, Guideline Geo has launched the MALÅ Easy Locator (EL) Lite—an intelligent, cost-effective Ground Penetrating Radar (GPR) system purpose-built for rapid subsurface utility detection. Ready to work straight out of the box with pre-configured settings and real-time MALÅ AI assistance, it empowers operators to instantly identify and mark buried utilities on-site without complex survey setups or post-processing delays.

How Much Could Your Building Really Lose Without an Earthquake Monitoring System?

How Much Could Your Building Really Lose Without an Earthquake Monitoring System?

ROBO®QUAKE transforms earthquake risk management from defensive shutdowns into rapid, data-backed operational continuity. During a magnitude 6.5 earthquake, physical structural damage accounts for less than 30% of the total financial impact, while the remaining 70% vanishes through prolonged operational downtime. While traditional manual inspections take 14 to 30 days and cost high-rise owners up to $50,000 (around Rp750 million) per day in lost revenue, automated Structural Health Monitoring (SHM) verifies building safety in just 2 to 5 minutes

A Complete Guide to Structural Health Monitoring for Earthquake-Resistant Buildings in 2026

A Complete Guide to Structural Health Monitoring for Earthquake-Resistant Buildings in 2026

ROBO®QUAKE is an advanced earthquake monitoring and early warning system designed by mageba to protect critical infrastructure through real-time seismic data processing, structural health diagnostics, and automated alerting. Operating as the primary sensor within this platform, the RQ-FBA200 model is a high-accuracy triaxial force-balance (servo) accelerometer engineered specifically for low-frequency structural health monitoring, seismic activity tracking, and geotechnical studies. Unlike conventional accelerometers, the RQ-FBA200 utilizes a closed-loop feedback mechanism that applies an electromagnetic force to counteract the movement of an internal proof mass, keeping it stationary to deliver measurement accuracy directly proportional to structural acceleration. Featuring a wide dynamic range exceeding 155 dB, self-noise performance below the Accelerometer Low Noise Model (ALNM), a selectable output range from ±0.25 g to ±4 g (40 Vpp differential output), a frequency response of DC to 215 Hz, and an industrial operating temperature range of -30°C to +85°C, the RQ-FBA200 accurately detects micro-vibrations, long-term structural sways, and high-amplitude earthquake shocks without signal clipping.

Translate »