Jenis Survey Geofisika Populer untuk Proyek Infrastruktur

Survey geofisika adalah teknik investigasi bawah permukaan tanpa penggalian langsung dengan melihat parameter fisika suatu batuan melalui instrumentasi/alat bantu geofisika. Metode ini menggunakan gelombang elektromagnetik, listrik, maupun seismik untuk memetakan kondisi tanah dan struktur batuan. Dalam proyek infrastruktur, data dari survey geofisika digunakan untuk merancang pondasi, memilih lokasi optimal, dan menghindari risiko teknis.

Metode Survey Geofisika dan Alat yang Digunakan

1. MALÅ Ground Penetrating Radar (GPR)
Metode ini memanfaatkan gelombang radar berfrekuensi tinggi untuk memetakan anomali dan lapisan bawah permukaan/ subsurface.
Fungsi:
• Deteksi pipa, kabel utilitas, dan rongga dibawah permukaan tanah.
• Analisis ketebalan aspal atau beton.
• Investigasi struktur tiang pancang/pondasi suatu bangunan.
• Monitoring bendungan dan mendeteksi zona lemah.
Kelebihan:
• Non-destruktif dan cepat.
• Hasil visual instan di lapangan.
• Fleksibel dalam pemakaian/ bisa digunakan di segala medan (perkotaan, hutan, dll).
• Biaya lebih efisien.

2. ABEM Terrameter LS 2 (Geolistrik & Imaging IP)
Metode geofisika yang digunakan untuk menyelidiki struktur bawah permukaan bumi dengan mengukur perbedaan tahanan jenis (resistivitas) batuan.
Fungsi:
• Pencarian sumber air tanah.
• Identifikasi lapisan lemah untuk pondasi.
• Investigasi potensi longsor.
Kelebihan:
• Biaya lebih efisiensi karena bisa memetakan lapisan bawah permukaan secara luas dan cepat tanpa perlu penggalian.

Geolistrik

3. ABEM Terraloc Pro & GEObit Seismik
Metode ini memanfaatkan gelombang seismik untuk memetakan kedalaman dan jenis lapisan bawah permukaan.
Fungsi:
• Analisis kestabilan tanah untuk pekerjaan bendungan, jembatan, terowongan, dan tambang.
• Pemantauan micro-earthquake pada proyek geothermal.
• Passive seismic tomography untuk pemetaan struktur bawah permukaan.
• HVSR & SPAC untuk studi karakteristik tanah.
Kelebihan:
• Biaya lebih efisiensi karena bisa memetakan lapisan bawah permukaan secara luas dan cepat tanpa perlu penggalian.

Instrumen Seismik

4. TOPCON MS AXII (Monitoring Deformasi)
Robotic Total Station dengan akurasi tinggi untuk memantau pergerakan atau deformasi struktur secara kontinu.
Fungsi:
• Monitoring jembatan, terowongan, dan bendungan secara real-time.
• Pemantauan pergeseran lereng tambang (slope monitoring).
Kelebihan:
• Akurasi hingga 0,5”.
• Auto-tracking dan remote monitoring 24/7.
• Tahan terhadap cuaca ekstrem.

Realtime monitoring

Risiko Jika Survey Geofisika Dilewati
Tanpa survey geofisika, potensi masalah menjadi lebih besar:

1. Jalan Raya Amblas: Tanpa GPR, rongga bawah tanah tak terdeteksi hingga menyebabkan ambles pasca konstruksi.
(https://nasional.kompas.com/read/2018/12/19/15272851/bnpb-amblesnya-jalan-gubeng-karena-kesalahan-konstruksi-basement-rs)

2. Pipa Gas Bocor: Tanpa pemetaan utilitas, pemasangan tiang menabrak pipa gas yang tertanam.
(https://www.liputan6.com/news/read/3367237/diduga-terkena-pancang-lrt-pipa-gas-di-cawang-bocor)

3. Desain Pondasi Ulang: Tanpa geolistrik, lapisan jenuh air luput dari analisis sehingga desain harus diubah saat konstruksi berlangsung.

Memilih metode survey geofisika yang tepat seperti GPR, geolistrik, seismik, atau monitoring deformasi akan mengurangi risiko teknis dan biaya tak terduga. Alat-alat dari PT Exact Global Teknologi memastikan data yang akurat untuk keberhasilan proyek infrastruktur Anda.

Konsultasi Gratis – Temukan metode survey geofisika yang sesuai untuk proyek Anda.
Hubungi kami via WhatsApp (+62 812-9252-3900) atau kunjungi website resmi untuk info lengkap. Follow kami untuk update teknologi geofisika dan studi kasus terbaru.

Share this post:

Did You Know? An Underground Utility Line is Struck Every Few Minutes Worldwide

Did You Know? An Underground Utility Line is Struck Every Few Minutes Worldwide

Every year, millions of dollars in damages and project delays occur due to undetected underground utilities, as traditional locators often miss non-conductive assets. To solve this critical challenge, Guideline Geo has launched the MALÅ Easy Locator (EL) Lite—an intelligent, cost-effective Ground Penetrating Radar (GPR) system purpose-built for rapid subsurface utility detection. Ready to work straight out of the box with pre-configured settings and real-time MALÅ AI assistance, it empowers operators to instantly identify and mark buried utilities on-site without complex survey setups or post-processing delays.

How Much Could Your Building Really Lose Without an Earthquake Monitoring System?

How Much Could Your Building Really Lose Without an Earthquake Monitoring System?

ROBO®QUAKE transforms earthquake risk management from defensive shutdowns into rapid, data-backed operational continuity. During a magnitude 6.5 earthquake, physical structural damage accounts for less than 30% of the total financial impact, while the remaining 70% vanishes through prolonged operational downtime. While traditional manual inspections take 14 to 30 days and cost high-rise owners up to $50,000 (around Rp750 million) per day in lost revenue, automated Structural Health Monitoring (SHM) verifies building safety in just 2 to 5 minutes

A Complete Guide to Structural Health Monitoring for Earthquake-Resistant Buildings in 2026

A Complete Guide to Structural Health Monitoring for Earthquake-Resistant Buildings in 2026

ROBO®QUAKE is an advanced earthquake monitoring and early warning system designed by mageba to protect critical infrastructure through real-time seismic data processing, structural health diagnostics, and automated alerting. Operating as the primary sensor within this platform, the RQ-FBA200 model is a high-accuracy triaxial force-balance (servo) accelerometer engineered specifically for low-frequency structural health monitoring, seismic activity tracking, and geotechnical studies. Unlike conventional accelerometers, the RQ-FBA200 utilizes a closed-loop feedback mechanism that applies an electromagnetic force to counteract the movement of an internal proof mass, keeping it stationary to deliver measurement accuracy directly proportional to structural acceleration. Featuring a wide dynamic range exceeding 155 dB, self-noise performance below the Accelerometer Low Noise Model (ALNM), a selectable output range from ±0.25 g to ±4 g (40 Vpp differential output), a frequency response of DC to 215 Hz, and an industrial operating temperature range of -30°C to +85°C, the RQ-FBA200 accurately detects micro-vibrations, long-term structural sways, and high-amplitude earthquake shocks without signal clipping.

Translate »