Solusi Survey Vegetasi dengan ComNav LS600
Buat yang pernah turun ke lapangan buat survei vegetasi, pasti tahu rasanya: panas, keringetan, dan ribet banget ngukur pohon satu per satu pakai pita ukur. Apalagi kalau areanya luas, ratusan bahkan ribuan pohon bisa makan waktu berhari-hari. Sekarang bayangin kalau semua itu bisa dilakukan hanya dengan satu alat, dalam hitungan menit. That’s where ComNav LS600 hadir—handheld 3D laser scanner yang lagi jadi bintang baru di dunia survei digital. Kenapa Data Vegetasi Itu Penting? Buat perusahaan perkebunan dan kehutanan, data pohon bukan sekadar angka. Dari diameter (DBH), keliling batang, sampai tinggi pohon—semua jadi dasar perhitungan potensi panen, biomassa, hingga cadangan karbon. Masalahnya, metode konvensional masih manual: Butuh banyak orang. Prosesnya lama. Data sering tidak konsisten. Apalagi di bawah kanopi rapat atau area sinyal GPS lemah, alat digital biasa bisa langsung “nge-lag”. Di sinilah teknologi SLAM jadi solusi cerdas. Apa Itu Teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping)? SLAM memungkinkan pemindai “jalan sambil memetakan” area sekitarnya secara real-time tanpa bergantung sinyal satelit. Dengan kombinasi sensor LiDAR, kamera, dan IMU, alat menangkap bentuk objek dan membentuk peta 3D otomatis. Artinya, survei tetap presisi di hutan rapat, lembah, atau area tertutup. Teknologi ini lama dipakai di robotika dan mobil otonom, dan kini diadaptasi untuk survei geospasial dan perkebunan. LS600: SLAM 3D Scanner yang Siap Turun ke Lapangan ComNav LS600 adalah pemindai laser 3D portabel yang dirancang untuk kondisi lapangan nyata—dari area terbuka hingga hutan lebat. Fitur unggulannya: SLAM Algorithm — tetap akurat meski tanpa GPS. LiDAR 32-line — hingga 640.000 titik/detik. Dual Camera 48MP — point cloud berwarna realistis. Built-in RTK Module — akurasi posisi absolut hingga 3 cm. 512 GB Storage & Battery Hot-Swap — siap kerja seharian. Bobot hanya ±1,9 kg—mudah dibawa jalan kaki di kebun, hutan, atau site proyek. Uji Coba Lapangan: Dari Manual ke Digital Tim teknik Exact Global Teknologi menguji LS600 di Bumi Perkemahan Cibubur, Bogor—area vegetasi rapat yang ideal untuk tes “real”. Dua metode dibandingkan: Pengukuran manual pakai pita ukur (DBH). Scanning digital pakai LS600. Operator cukup berjalan memutar pohon sambil membawa LS600. Dalam menit, point cloud 3D area langsung terbentuk. Hasilnya: Akurasi LS600 selisih hanya 1–3 cm vs manual. Hemat waktu > 50%. Data siap olah di ScanMaster & RealEditor menjadi model 3D. Data Lebih Kaya, Analisis Lebih Dalam Dari model 3D, Anda bisa: Mengukur diameter dan keliling batang. Menganalisis struktur vegetasi: kanopi, cabang, batang. Mengestimasi volume dan biomassa pohon. Melihat distribusi pohon dalam satu blok kebun. Data dapat diintegrasikan ke GIS dan sistem manajemen perkebunan untuk pelaporan cepat. Mengapa SLAM LS600 Cocok untuk Perkebunan? Cepat — survei ratusan pohon dalam hitungan jam. Akurat — centimeter-level meski tanpa GPS. Efisien — mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Adaptif — cocok untuk hutan, perkebunan, hingga konservasi. Contohnya, di industri perkebunan sawit dan karet, LS600 bisa bantu pendataan jumlah dan kondisi tanaman produktif dengan jauh lebih cepat. Sementara di sektor kehutanan, alat ini ideal buat perhitungan volume, biomassa, dan inventarisasi pohon berdiri tanpa harus menebang Uji coba di Cibubur membuktikan satu hal: ComNav SLAM LS600 bukan sekadar teori—melainkan solusi efisien dan akurat. Dengan satu alat kecil, Anda mendapat data lebih cepat, lebih presisi, dan sepenuhnya digital. Jika dulu survei vegetasi identik dengan kerja berat dan lama, sekarang cukup scan lalu data siap dianalisis. Siap bawa proyek Anda ke level berikutnya? Hubungi tim kami di PT. Exact Global Teknologi untuk informasi lebih lanjut, permintaan demo, dan penawaran spesial. Klik untuk konsultasi gratis & demo LS600